Jenis Perusahaan Persekutuan Komanditer

Jenis Perusahaan Persekutuan Komanditer

 

Memiliki bisnis merupakan impian sebagian besar orang, apalagi jika bisnis yang dijalankan dapat berkembang dengan baik sehingga dapat meningkatkan taraf ekonomi dan taraf hidup kita. Ada berbagai jenis yang dapat kita pilih sebagai basik untuk melakukan bisnis, namun adakalanya kita melupakan satu hal yaitu menentukan jenis perusahaan apa yang akan dipakai pada bisnis kita. Secara garis besar bentuk perusahaan dapat dikelompokkan menjadi dua kelompok besar yaitu perusahaan perseorangan dan perusahaan persekutuan.

Perusahaan persekutuan merupakan perusahaan yang terdiri dari dua atau libih pemilik modal yang melakukan kerja sama untuk mengembangkn suatu bisnis tertentu. Pada perusahaan dengan jenis persekutuan ini, ada dua jenis anggota di dalamnya. Ada yang disebut sebagai anggota aktif yang terjun langsung dalam mengelola bisnis atau komplementer dan ada sekutu pasif yang hanya menyetorkan modal saja tanpa terjun mengurus bisnis atau komanditer. Ada beberapa jenis persekutuan komanditer, berikut adalah beberapa diantaranya :

  1. Persekutuan komanditer murni, CV jenis ini merupakan persekutuan yang memiliki satu sekutu aktif atau komplementer. Sedangkan seluruh sekutu yang laian adalah sekutu pasif atau komanditer. CV jenis ini mutlak dijalankan oleh sekutu aktif, segala kebijakan yang dilakukan dalam berbisnis sepenuhnya tanggung jawab sekutu aktif. Sedangkan sekutu pasif hanya bertanggung jawab sebatas modal yang di setorkannya saja.
  2. Persekutuan komanditer campuran, CV jenis ini biasanya berawal dari bentuk FIRMA. Dimana FIRMA tersebut merekrut sekutu lain keika memerlukan modal tambahan. Sekutu yang direkrut oleh FIRMA tersebut menjadi sekutu aktif.
  3. Persekuuan komanditer saham, CV jenis ini menerbitkan saham yang dapat diperjual belikan kepada sekutu, baik sekutu aktif ataupun sekutu pasif dapat membeli satu atau lebih saham. Tujuan diterbitkannya saham ini adalah agar modal CV dapat terus berputar.

Itulah beberapa jenis CV yang ada di Indonesia. jika anda akan mendirikan bisnis dengan bentuk CV, maka pertimbangkan dengan baik bentuk CV yang sesuai dengan keinginan anda. Agar anda dapat menjalankan bisnis anda dengan nyaman.

Jenis Bisnis Berbasis Non Produk

Jenis Bisnis Berbasis Non Produk

 

Berbisnis terkadang menjadi alternatif sebagian orang untuk menjemput rezeki. Memulai bisnis tidaklah semudah membalikkan telapak tangan, namun perlu pemikiran dan pertimbangan yang matang. Ada beberapa hal yang perlu difikirkan ketika anda akan memulai bisnis, mulai dari hal kecil seperti produk apa yang akan dipasarkan dalam bisnis anda hingga berapa modal yang harus anda keluarkan untuk memulai bisnis anda.

Ada banyak sekali pilihan produk yang dapat anda pilih sebagai core bisnis anda. produk tersebut dapat berupa barang secara fisik ataupun produk non fisik seperti jasa. Masing – masing jenis ini memiliki kelebihan dan kekurangannya sendiri. Ada berbagai jenis bisnis yang tidak menjual produk secara fisik, namun ia menawarkan produk dalam bentuk lain. Bisa menyediakan jasa ataupun mengelola sesuatu yang tidak berbentuk barang. Bisnis jenis ini biasanya tidak memerlukan modal sebesar bisnis yang menangani bidang produk. Jika anda tertarik dengan bisnis non produk ini anda dapat memilih beberapa jenisnya, berikut adalah beberapa jenis bisnis dengan basis non produk adalah :

  1. Bisnis jasa, bisnis jenis ini menawarkan jasanya sebagai produk bisnisnya. Keuntungan yang diperoleh dari bisnis ini adalah pembayaran atas jasa yang telah dilakukan kepada konsumen. Bisnis jenis ini tidak membutuhkan modal yang cukup banyak.
  2. Bisnis finansial, bisnis jenis ini merupakan bisnis yang berkecimpung di bidang keuangan. Ada banyak sekali jenis bisnis jenis ini seperti investasi dan simpan pinjang. Keuntungan yang diperoleh dari jenis ini diperoleh dari margin pengelolaan keuangan yang kita lakukan.
  3. Bisnis transportasi, bisnis ini berkecimpung di dunia transportasi. Produk yang dihasilkan adalah berupa jasa pengantaran barang ataupun orang. Bisnis jenis ini mendapatkan keuntungan dari jasa pengantaran yang dilakukan.

Itulah beberapa jenis bisnis yang memiliki basis non produksi. Seluruh produk yang ditawarkannya tidak merupakan barang dengan bentuk fisik, namun lebih kepada pelayanan. Pada bisnis jenis ini kepuasan dan kenyamanan pelangan merupakan kunci utama untuk membuat bisnis anda dapat bertahan ditengah – tengah persaingan global.

Jenis – Jenis Bisnis

Jenis – Jenis Bisnis

 

Memiliki usaha yang maju dan memiliki cabang banyak merupakan harapan setiap orang. Namun terkadang untuk mewujudkannya kita perlu melakukan berbagai upaya dan strategi agar harapan tersebut dapat terwujud. Karena berbisnis tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. Pasti anda akan menghadapi berbagai rintangan ketika anda menjalani bisnis. Jatuh bangun merupakan hal yang biasa dalam berbisnis. Namun kejatuhan tersebut dapat dijadikan pelajaran guna mengatur strategi dikemudian hari.

Salah satu strategi yang perlu diperhatikan ketika anda akan memulai bisnis adalah dengn menentukan jenis apa bisnis yang akan kita geluti. Memilih jenis bisnis berarti anda perlu mengumpulkan informasi dan data yang akurat mengenai berbagai jenis bisnis yang ada, peluangnya bagaimana, pemasarannya untuk segmen yang seperti apa, dan modal yang harus dipersiapkannya. Bisnis memiliki banyak ragam dan tipe, berikut adalah beberpa jenis bisnis yang biasa dilakukan :

  1. Manufaktur, bisnis jenis ini merupakan isnis yang berkecimpung dalam pembuatan barang, barang tersebut di buat dari bahan baku mentah sehingga menjadi barang jadi yang siap pakai, ataupun dapat pula berupa membuat atau merakit barang dari komponen – komponen sehingga menjadi barang siap pakai. Contoh dari bisnis manufaktur ini adalah mobil, motor ataupun benda lain seperti pipa.
  2. Distributor atau pengecer, bisnis jenis ini merupakan bisnis yang menjual barang yang kita ambil dari produsen kepada konsumen. Bisnis jenis ini merupakan perantara saja, ia mencari keuntungan dari selisih harga yang diperolehnya. Bisnis jenis ini merupakan bisnis yang paling banyak diminati oleh orang, karena tidak membutuhkan modal yang cukup besar.
  3. Bisnis real estate, bisnis jenis ini merupakan bisnis yang menjual,mengembangkan dan memasarkan hunian atau rumah. Untuk menjalankan bisnis ini dibutuhkan modal yang sangat besar serta memerlukan perijinan yang sedikit lebih rumit,  karena produk yang ditawarkan bukan barang biasa melainkan rumah.

Pilihlah bisnis yang sesuai dengan kekuatan yang anda miliki, baik kekuatan finansial sebagai modal hingga hobby sebagai salah satu faktor psikologi yang dapat membantu kelancaran bisnis anda.

Pemilihan Pola Bisnis yang Tepat

Pemilihan Pola Bisnis yang Tepat

 

Berbisnis merupakan kegemaran beberapa orang, namun dari kegemaran tersebut dapat diperoleh keuntungan lain. Yaitu berupa finansial, dan bahkan keuntungan yang diperolehnya memiliki nominal yang lebih besar bila dibandingkan dengan karyawan. Kelebihan ini menjadi daya tarik tersendiri bagi beberapa orang untuk memulai bisnisnya. Namun untuk memulai berbisnis anda perlu memperhatikan beberapa hal, sehingga bisnis anda dapat berjalan dengan lancar.

Salah satu hal yang yang perlu diperhatikan ketika anda akan memulai bisnis adalah menentukan pola apa yang akan anda terapkan pada bisnis anda. pola ini akan sangat berpengaruh ketika kita akan memulai bisnis, karena pola ini yang akan memberikan warna pada bisnis anda. Secara garis besar, bisnis dapat dikelompokkan menjadi tiga pola kelompok besar, yaitu :

  1. Kapitalis, bisnis seperti ini merupakan bisnis yang dimiliki oleh pihak swasta. Segala keuntungan dan laba yang dihasilkan hanyalah menguntungkan pihak swasta sebagai pemilik bisnis. Namun pada bisnis jenis ini pula modal dan segala sesuatu yang diperlukan oleh bisnis anda harus dipenuhi sendiri oleh pihak swasta.
  2. Koperatif, bisnis jenis ini merupakan bisnis yang tidak profit oriented atau tidak mendahulukan keuntungan. Bisnis seperti ini lebih memiliki tujuan untuk menyejahterakan anggotanya. Modal ataupun keuntungan yang diperolah dari bisnis jenis ini ditanggung bersama oleh anggotanya.
  3. Sosialitik, bisnis seperti ini merupakan bisnis besar yang menyangkut hajat hidup orang banyak, sehingga kepemilikannya di miliki oleh pemerintah. Bisnis jenis ini dikelola untuk sebesar besarnya kemakmuran rakyat, tidak untuk mencari keuntungan dan memiliki keseragaman dan keteraturan dalam pengelolaannya.

Pada umumnya bisnis yang dilakukan perseorangan menganut faham kapitalisme, dimana segala sesuatu yang berkaitan dengan bisnis yang kita jalankan akan dikelola oleh pemilik perusahaan sehingga keuntungan ataupun kerugian yang kelak akan terjadi akan menjadi tanggungan dan resiko pemilik usaha.

Alangkah lebih baik jika bisnis yang akan kita dirikan mengusung faham koperatif, dimana kita dapat memberikan banyak sekali manfaat bagi orang – orang di sekitar kita.

Bentuk Bisnis yang Dapat Kita Pilih

Bisnis Sampah Sangat Menjanjikan Kekayaan

 

Memiliki bisnis yang barjalan lancar dan dapat menghasilkan banyak keuntungan merupakan cita – cita hampir setiap orang di dunia. Bisnis itu merupakan suatu kegiatan menjual suatu barang atau jasa kepada konsumen ataupun kepada pihak bisnis lain yang disebut sebagai distributor. Untuk memulai sebuah bisnis pastilah anda akan memilikirkannya dengan matang mulai dari persiapan, pengelolaan hingga pelaksanaannya.

Selain beberapa hal tersebut diatas sebenarnya ada hal penting lain yang terkadang terlupakan ketika kita akan membuat suatu bisnis, yaitu bentuk bisnis yang kelak akan kita jalankan. Pada skala kecil bentuk bisnis ini cenderung diabaikan, namaun pada bisnis skala besar mutlak harus memiliki bentuk bisnis yang jelas. Ada beberapa bentuk bisnis yang dapat anda pilih, diantaranya adalah :

  1. Perusahaan perseorangan, bisnis berbentuk seperti ini merupakan bisnis yang kepemilikannyadipegang oleh satu orang. Segala sesuatu yang ada di dalam bisnis ini merupakan tanggung jawab penuh pemiliknya. Mulai dari modal, pengelolaan , kuntungan hingga kerugiannya. Pada bisnis jenis ini pemilik memiliki hak sepenuhnya pada seluruh aset yang dimiliki oleh perusahaan dan bisnisnya.
  2. Persekutuan, bisnis dengan bentuk sepeti ini merupakan gabungan atau persekutuan dua orang atau lebih yang menjalankan usaha secara bersama – sama. Layaknya perusahaan perseorangan, pada persekutuan juga masing – masing pihak memiliki hak sepenuhnya atas aset yang dimiliki oleh perusahaan, serta berbagai hal yang berkaitan dengan perusahaan tersebut mulai dari laba hingga rugi.
  3. Perseroan, bisnis dengan bentuk seperti ini merupakan perusahaan yang dimiliki oleh beberapa orang secara bersama – sama, segala sesuatu yang berkaiatan dengan perusahaan akan di awasi oleh dewan direktur yang biasanya terdiri dari beberapa pemilik yang memiliki saham yang besar. Akses dan tanggung jawab setiap pemilik sangat terbatas pada perusahaan jenis ini.

Dalam memilih bentuk perusahaan yang akan kita gunakan pada bisnis anda, anda harus mempertimbangkannya dengan matang. Karena masing – masing dari bentuk tersebut memiliki kelebihan dan kekurangan. Pelajrilh lebih mendalam memngenai bentuk – bentuk perusahaan tersebut agar anda yakin dngan pilihan anda.

Bisnis Sampah Sangat Menjanjikan Kekayaan

Bisnis Sampah Sangat Menjanjikan Kekayaan

 

Indonesia adalah sebuah Negara yang banyak diberikan karunia oleh Sang Maha Pencipta. Kekayaan alam Indonesia sangat berlimpah ruah. Dari mulai rempah-rempah, pertanian, peternakan, perkebunan, pertambangan,  kekayaan laut, sampai pada sampah pun dapat disulap menjadi lembaran rupiah yang melimpah. Oleh karena itu, seharusnya orang Indonesia hidup makmur dan berkecukupan di bidang materi. Jika kenyataan di lapangan masih banyak yang kesulitan hidup dan menjadi pengangguran, mungkin bukan modal besar yang harus diberikan. Perubahan paradigmalah yang harus diperbaiki. Karena sudah menjadi rahasia umum, orang Indonesia terlalu dimanjakan oleh alamnya sehingga kurang tahan derita dan cerdas memanfaatkan semua potensi alamnya. Ubahlah paradigma bahwa untuk memulai bisnis memerlukan modal uang yang besar. Justru sebaliknya, untuk memulai bisnis, harus diawali dengan modal uang yang sangat minim. Karena apabila berbisnis dengan modal yang besar sementara pengalaman dan pengetahuan berbisnis sangat minim, pasti akan bertemu dengan kegagalan yang menyebabkan trauma berbisnis. Cobalah mencari lahan bisnis yang sangat minim modal uang, misalnya saja bisnis sampah.

Bisnis sampah memang terkesan kotor dan tidak berharga. Namun fakta di lapangan membuktikan  bahwa dengan berbisnis di bidang ini dapat meraup jutaan rupiah. Ada banyak pilihan jenis sampah yang dapat dijadikan bisnis. Misalnya saja sampah plastik, sampah logam, ataupun sampah organik. Walaupun terlihat kotor, jenis sampah-sampah tadi dapat berubah menjadi barang lain yang lebih berguna apabila sudah didaur ulang. Misalnya sampah plastik dapat didaur ulang menjadi barang-barang baru berbahan dasar plastik. Sampah logam dapat dilebur kembali dan didaur ulang menjadi barang-barang baru berbahan logam. Begitupun sampah organik dapat diubah menjadi pupuk organik ataupun menjadi bio gas yang sangat bermanfaat untuk semua warga dan lingkungan.

Ketiga jenis bisnis sampah yang dijelaskan di atas peluangnya tidak main-main. Ketiga jenis tadi dapat menjadi komoditi ekspor yang menjanjikan. Asal berbekal pengetahuan tentang sampah yang akan kita jadikan lahan bisnis dan relasi-relasi yang dapat menerima sampah yang kita kumpulkan, sampah yang kotor dan berbau tadi akan berubah menjadi lembaran dolar dan emas permata.

Bisnis Pertanian dengan Sistem Vertical Garden

Bisnis Pertanian dengan Sistem Vertical Garden

 

Peluang bisnis sebenarnya tersedia di sekitar kita, apapun bisa menjadi lahan bisnis yang menjanjikan. Bisnis tidak identik dengan modal usaha yang besar. Modal utama berbisnis adalah cerdas memanfaatkan peluang. Misalnya saja dengan melihat potensi alam sekitar. Kita bisa memanfaatkan  tanah kita yang subur.  Alasan karena memiliki lahan sempit sudah bisa disiasati dengan sistem penanaman vertical garden. Dengan memanfaatkan paralon yang disusun secara vertical terbukti dapat menghasilkan panen yang melimpah. Misalnya saja dengan menanam cabe rawit. Asal menguasai ilmunya, lahan yang sempit bukan alasan untuk tidak bisa berbisnis. Apalagi cabe rawit sering mengalami lonjakan harga yang fantastis. Dengan demikian, system vertical garden dapat menjadi lahan bisnis pertanian yang menjanjikan.

Selain cabe rawit, tanaman strawberry juga dapat dipilih sebagai tanaman yang dibudidayakan untuk berbisnis. Buahnya yang segar dan warnanya yang menarik menjadikan buah strawberry banyak diminati para konsumen. Strawberry pun tidak susah dibudidayakan dan cocok untuk system vertical garden. Selain itu juga, harga strawberry pun lumayan bagus. Atau kalau ingin lebih mendapatkan keuntungan yang berlipat, kita bisa mengolah sendiri strawberry yang kita tanam menjadi minuman yang menyegarkan. Misalnya saja menjadi jus strawberry atau dipadupadankan dengan bumbu-bumbu lain menjadi sambal strawberry. Memang sambal strawberry masih agak jarang ditemukan. Namun, justru karena keunikan tersebut membuat para konsumen penasaran. Kepenasaran para konsumen dapat meningkatkan omset bisnis kita. Dengan demikian, bisnis pertanian yang dipadupadankan dengan ide kreatif dapat menjadi lahan bisnis baru yang sangat menjanjikan.

Dari kedua contoh bisnis pertanian di atas dapat diambil pelajaran bahwa bisnis apapun dapat mendatangkan keuntungan financial yang lumayan. Namun, permasalahan utamanya bukan pada besarnya modal berupa uang atau lahan. Modal yang paling menentukan dalam memulai bisnis adalah pengetahuan dan pengalaman tentang produk yang akan kita bisniskan, mental bisnis yang tangguh, dan relasi-relasi yang dapat kita jadikan pasar atau media promosi untuk produk yang kita jual. Lahan bisnis baru yang menjanjikan keuntungan besar tidak hanya dari sektor pertanian saja. Masih banyak sektor0sektor lain yang dapat kita gali lebih kreatif lagi.